Di sisi lain, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 30 kali sepanjang 2026 sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Pemerintah juga memberikan pelatihan kepada 200 peserta dalam berbagai sektor, mulai dari makanan olahan, konveksi, bordir, batik, payung geulis, alas kaki hingga pemanfaatan limbah tembakau.
Penguatan ekonomi berbasis kelembagaan dilakukan melalui pembentukan badan hukum koperasi di 69 kelurahan. Dari jumlah tersebut, 64 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan dan 12 KDKMP telah terbangun.
Pelayanan publik semakin terdigitalisasi
Transformasi pelayanan publik menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik terus diperkuat, termasuk digitalisasi perizinan, SP4N-LAPOR! dan layanan darurat Gerak Cepat 112.
Inovasi i-PBB juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses SPPT secara digital, mengecek tagihan dan riwayat pembayaran hingga melakukan pembayaran PBB melalui QRIS dan virtual account.
Digitalisasi tersebut diharapkan membuat pelayanan pemerintah semakin cepat, mudah dan transparan.
Infrastruktur hingga lingkungan
Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk menunjang mobilitas serta kenyamanan warga.
Sepanjang program pembangunan, Pemkot Tasikmalaya telah membangun 14 unit sarana air minum dan delapan unit sarana air limbah yang melayani 90 rumah tangga.
Pembangunan drainase lingkungan mencapai 1.730 meter. Sementara pemeliharaan jalan kota mencapai 18 kilometer, rekonstruksi jalan 1,5 kilometer dan pembangunan serta peningkatan jalan lingkungan mencapai 25,43 kilometer.
Pada sektor perumahan, sebanyak 27 unit rumah tidak layak huni telah direhabilitasi. Pemerintah juga menyiapkan alokasi 827 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Untuk sektor lingkungan, program Tasik Resik diarahkan pada pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Penanganan sampah ditargetkan mencapai 86.321,70 ton per tahun dengan dukungan pembinaan terhadap 73 kelompok bank sampah, TPS3R dan Program Kampung Iklim.
Sebanyak 42 lokasi ruang terbuka hijau, taman, TPU dan kawasan bukit juga mendapatkan pemeliharaan secara berkala.
Gotong royong menjadi kekuatan pembangunan
Berbagai capaian tersebut, kata Viman, tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, akademisi, ulama, komunitas, media dan seluruh warga Kota Tasikmalaya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi pengingat bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat persatuan dan gotong royong, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Kota Tasikmalaya untuk mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur menuju Indonesia Emas 2045.(***)







Comment