Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Feri. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pejuang koperasi, khususnya Dr. Mohammad Hatta.
Gagasan Koperasi Pertama Dihelat di Tasikmalaya
Usai mengikuti kegiatan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra mengapresiasi inisiatif yang dilakukan SMSI Tasikmalaya. Menurutnya, tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa gagasan Hari Koperasi berawal dari Kongres Koperasi pertama yang digelar di Tasikmalaya.
“Banyak orang merayakan Hari Koperasi, tetapi belum tentu mengetahui bahwa Bung Hatta yang menggagasnya dan kemudian dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Di tempat inilah kongres koperasi pertama dilaksanakan sehingga dibangun Tugu Koperasi sebagai penandanya,” kata Diky.
Ia mengakui, Pemerintah Kota Tasikmalaya tahun ini belum dapat menggelar peringatan Hari Koperasi di Tugu Koperasi akibat keterbatasan anggaran.
“Karena efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Tasikmalaya belum bisa menyelenggarakan kegiatan di Tugu Koperasi pada Hari Koperasi tahun ini. Alhamdulillah, beberapa hari sebelumnya saya dihubungi rekan media yang mengajak memperingatinya melalui aksi bersih-bersih, doa bersama, dan makan liwet bersama,” tuturnya.
Diky menilai kegiatan sederhana tersebut justru memiliki makna yang besar karena lahir dari semangat gotong royong tanpa melibatkan anggaran pemerintah.
“Menurut saya, inisiatif dari rekan-rekan media ini sangat luar biasa. Kegiatannya sederhana, tetapi niatnya besar untuk mengenang jasa para pejuang. Kita berkumpul, bertawasul, berdoa bersama, lalu makan liwet bersama tanpa ada sekat. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus dijaga,” pungkasnya.(iqbal)




Comment