Dr. Dedi Djuliansyah dari Universitas Siliwangi menambahkan bahwa sektor pertanian dan tata guna lahan harus menjadi prioritas dalam pembangunan berbasis lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat mengancam ketahanan pangan. Perspektif akademis ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengawal kebijakan pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Acara ditutup dengan sesi serap aspirasi yang diikuti tokoh masyarakat dari Kecamatan Cihideung, Kawalu, Cibeureum, Bungursari, Mangkubumi, Singaparna, hingga Indihiang.
Berbagai masukan terkait isu lingkungan lokal berhasil dihimpun untuk dijadikan bahan rekomendasi resmi bagi pemerintah pusat. Forum ini menjadi bukti sinergi antara legislatif, akademisi, dan warga dalam menjaga arah pembangunan nasional.(***)


Comment