“Setelah dicek, terlihat asap dan percikan api sudah menjalar ke bagian atap ruang tengah lantai atas. Keluarga kemudian berteriak meminta pertolongan warga,” ungkap AKP Dedi.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya dengan mengambil air dari masjid yang berada di depan rumah. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet hingga ke bagian bawah rumah.
Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting atau arus pendek listrik di ruang tengah lantai dua.
“Kami langsung berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pemutusan arus listrik, kemudian bersama Damkar dan warga melakukan pemadaman serta pendinginan. Kami juga mengingatkan masyarakat akan bahaya korsleting akibat instalasi listrik yang jarang diperiksa,” jelasnya.
AKP Dedi mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di ruangan yang jarang ditempati. Menurutnya, korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah.
“Pastikan colokan, kabel, dan sekring dalam kondisi baik. Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan sebelum meninggalkan rumah atau saat akan tidur,” pesannya.
Kasus kebakaran tersebut kini ditangani Polsek Salawu bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya untuk penyelidikan lebih lanjut.(***)







Comment