Capaian tersebut melampaui target program yang menetapkan minimal 80 persen peserta memperoleh nilai baik.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan media edukasi dan modul Model BAHUTE sebagai bahan pendukung agar program dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
SLBN Cineam Apresiasi dan Komitmen
Pihak SLBN Cineam menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan pembiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut ke dalam aktivitas sekolah.
Ketua tim pengabdian, Dr. drg. Emma Kamelia, M.Biomed, menyampaikan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat anak berkebutuhan khusus.
“Melalui Model BAHUTE. Kami berharap guru memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi anak tunarungu menjaga kebersihan gigi dan mulut secara berkelanjutan. Sehingga kualitas kesehatan dan kualitas hidup mereka dapat meningkat,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui inovasi dan pemberdayaan berbasis hasil penelitian.(***)




Comment