Pelayanan tidak hanya berfokus pada kondisi kejiwaan, tetapi juga mencakup keluhan kesehatan fisik yang umum dialami, seperti penyakit kulit, batuk, dan flu.
Suryaningsih mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh penting dilakukan agar keluhan fisik dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Selain pelayanan di fasilitas kesehatan, Dinkes juga mengoptimalkan pendampingan melalui puskesmas di wilayah Kota Tasikmalaya.
Salah satu upayanya dilakukan melalui program Sahabat Jiwa, yang melibatkan petugas untuk melakukan skrining dan pemantauan kondisi pasien secara rutin.
“Untuk pencegahan dan intervensi terhadap penderita ODGJ, kita sudah memiliki layanan di Rumah Sakit Siti Muniroh. Kemudian, di puskesmas juga ada pengelola Sahabat Jiwa yang secara rutin melakukan skrining setiap minggu,” ungkap Suryaningsih.
Ia menambahkan, pasien yang kondisinya membaik tetap membutuhkan pemantauan dan pengobatan lanjutan sesuai kebutuhan medis. Dukungan keluarga serta pendampingan petugas kesehatan juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan perawatan.
Diky Dorong Sinergi Pemerintah dan Yayasan Mentari Hati
Di sisi lain, Diky menegaskan bahwa pelayanan sosial bagi ODGJ dan kelompok rentan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah daerah tidak mungkin menangani seluruh persoalan masyarakat tanpa dukungan lembaga sosial, komunitas, maupun pihak swasta.
Ia menilai pengelola Yayasan Mentari Hati telah memberikan kontribusi besar melalui pembinaan dan pendampingan ODGJ selama ini.
“Beliau, pengelola yayasan, sudah sangat berkorban sekian lama. Ke depan, bisa ada sinergitas yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan juga menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung operasional pelayanan, termasuk persoalan pengelolaan sampah di lingkungan yayasan.
Diky menyatakan akan mengupayakan agar berbagai kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah, termasuk melalui peluang dukungan dari pemerintah pusat maupun program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Saya tidak menjanjikan apa-apa, tetapi saya akan berusaha maksimal untuk apa yang disampaikan. Apakah itu dari pusat atau CSR, insyaallah saya akan berikhtiar semaksimal mungkin,” kata Diky.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dapat semakin kuat sehingga pelayanan bagi ODGJ dan kelompok rentan lainnya bisa berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Dinkes Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan jiwa. Pemeriksaan dini, pengobatan sesuai anjuran tenaga medis, serta dukungan keluarga dan lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjalani proses pemulihan.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.











Comment