Berita Tasikmalaya, tasik.id – Kisah kehidupan memprihatinkan Nana Kustaman (72), seorang penarik becak yang tinggal di gubuk reyot bersama cucunya yang membutuhkan perhatian khusus, akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM merespons kondisi Pak Nana yang tinggal di kawasan pusat Kota Tasikmalaya, tepatnya di RT 03/RW 05, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, tak jauh dari pusat perbelanjaan Plaza Asia.
KDM menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menemui Pak Nana untuk menentukan langkah penanganan terhadap berbagai persoalan yang dihadapinya.
“Hari ini Pemprov Jabar segera menemui Pak Nana untuk menentukan langkah-langkah, yakni perbaikan rumah dan penyelesaian berbagai problem yang dihadapi, terutama untuk pendidikan anak,” ujar KDM.
Ia berharap, kepekaan seluruh pihak dalam mengangkat persoalan sosial di lingkungan masyarakat dapat menjadi jalan untuk membantu warga yang kehidupannya kurang beruntung.
Sebelumnya, kondisi Pak Nana menjadi perhatian setelah kisah kehidupannya terungkap ke publik. Di usianya yang sudah 72 tahun, ia masih harus bekerja sebagai penarik becak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penarik Becak
Sejak 2005, pekerjaan tersebut menjadi satu-satunya sumber penghidupan yang diandalkannya. Kondisinya semakin berat karena Pak Nana juga harus merawat cucunya, Seka Elmansyah (12), anak dari putra bungsunya.
Ibu Seka yang sebelumnya bekerja di salon diketahui pergi ke Bandung dan Surabaya hingga akhirnya kehilangan kontak dengan keluarga.
Dalam pengasuhan sang kakek, Seka tumbuh dengan berbagai keterbatasan. Di usianya yang sudah 12 tahun, ia belum mampu berbicara dengan lancar dan masih mengalami kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Seka juga belum pernah mengenyam pendidikan formal, baik di taman kanak-kanak maupun sekolah dasar.
Meski hidup dalam keterbatasan, Pak Nana tetap memilih merawat cucunya. Ia mengaku tidak ingin berpisah dengan Seka dan bertekad mendampinginya selama masih mampu.
“Saya tidak mau pindah ke panti asuhan. Saya ingin terus bersama dan merawat cucu saya sekuat tenaga,” kata Pak Nana saat ditemui, Kamis (29/10/2026).











Comment