News
Home » Berita » Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot ditengah Kota Tasik dengan Anak Disabilitas, Pak Nana Dapat Perhatian Gubernur Jabar

Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot ditengah Kota Tasik dengan Anak Disabilitas, Pak Nana Dapat Perhatian Gubernur Jabar

Tempat tinggal mereka pun jauh dari kata layak. Gubuk berdinding anyaman bambu yang mulai rapuh itu memiliki atap bocor dan berada di antara rumah-rumah serta bangunan bertingkat di kawasan Jalan HZ Mustofa.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Pak Nana mengandalkan hasil menarik becak serta bantuan pemerintah berupa BLT, PKH, dan beras yang diterimanya dengan waktu tidak menentu.

Bapenda Jabar Salurkan Bantuan Rp10 Juta

Perhatian terhadap kondisi Pak Nana sebelumnya juga datang dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, bersama pengusaha sekaligus pegiat sosial Eva Revina.

Saat melihat langsung kondisi tempat tinggal Pak Nana, Kepler mengaku prihatin. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan, terlebih lokasinya berada di pusat Kota Tasikmalaya.

“Posisi gubuk ini berada di sela-sela rumah dan gedung bertingkat, tepat di pusat atau jantung Kota Tasikmalaya, tidak jauh dari perkotaan. Untuk disebut gubuk pun ini sangat tidak layak, bisa dikatakan mirip kandang,” ungkap Kepler.

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Tasikmalaya Ajak Warga Waspada Banjir

Menindaklanjuti perhatian tersebut, Bapenda Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Griya Lansia, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, pemerintah kelurahan setempat, serta Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mendatangi kediaman Pak Nana.

Dalam kunjungan tersebut, Bapenda Jabar menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk membantu kebutuhan Pak Nana.

Selain bantuan materi, tim juga memberikan pendampingan kesehatan kepada Seka. Tim kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

 Seka Akan Mendapat Pendampingan Kesehatan

Kepala UPTD Griya Lansia Dr. Widhy Kurniatun mengungkapkan, kedatangan mereka awalnya untuk melihat kondisi seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan. Namun, setelah mengetahui kondisi keluarga Pak Nana, perhatian juga diarahkan kepada Seka yang membutuhkan pendampingan khusus.

Menurutnya, Seka tidak hanya membutuhkan perhatian dari sisi pengasuhan, tetapi juga pemeriksaan kesehatan untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat.

dr. Elvira Kamarrow Putri Raih Gelar Magister Kesehatan Masyarakat, TP PKK Kota Tasikmalaya Sampaikan Selamat

“Awalnya kami melihat ada lansia di sini. Ternyata cucunya juga penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Seka telah dibawa oleh tim kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kondisi kesehatan jiwanya.

Apabila hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter mengharuskan Seka mendapatkan penanganan di rumah sakit jiwa, pihak Griya Lansia menyatakan siap membantu proses pendampingannya.

Perhatian terhadap Pak Nana dan Seka diharapkan tidak berhenti pada bantuan sementara. Perbaikan tempat tinggal, akses pendidikan, serta pendampingan kesehatan menjadi kebutuhan penting agar keduanya dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.(iqbal)

Anggota MPR RI Ferdiansyah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Tasikmalaya, Perkokoh Nilai Nasionalisme Warga

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!