“Saya dan Pak Wali Kota, atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya, mengucapkan selamat kepada Kang Bode. Semoga tidak lelah menebar ilmu, baik sebagai dosen, seniman, sutradara teater, maupun penulis,” katanya.
Menurut Diky, pencapaian akademik yang diraih Kang Bode menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan dunia akademik. Penelitian seperti legenda Dadaha dinilai mampu memperkuat identitas budaya Kota Tasikmalaya sekaligus menjadi referensi bagi generasi mendatang.
Lanjut Bertemu Calon Investor
Usai menghadiri sidang doktor. Diky Chandra melanjutkan agenda kerja di Bandung dengan bertemu calon investor yang berpotensi mendukung pembangunan di Kota Tasikmalaya.
Sebelumnya, ia juga dijadwalkan menghadiri pertemuan bersama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat untuk membahas usulan bantuan dana pembebasan lahan, khususnya kawasan perbukitan yang dinilai penting sebagai daerah resapan air dan kawasan konservasi. Namun agenda tersebut harus dijadwalkan ulang.
“Saya ada undangan sidang paripurna besok, jadi pertemuan dengan PSDA harus di-reschedule,” jelas Diky.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap berkomitmen menjaga kawasan bukit dan daerah resapan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Diky berharap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pembebasan lahan konservasi dapat segera terealisasi. Sehingga upaya penyediaan ruang terbuka hijau dan perlindungan kawasan resapan dapat berjalan optimal.
Kehadiran Diky Chandra dalam dua agenda berbeda pada hari yang sama dinilai mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendorong penguatan budaya lokal. Sekaligus membuka peluang investasi untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.




Comment