Menurut Diky, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari adanya sinergi dan kolaborasi dengan para aghnia.
KWT Diminta Terus Berinovasi
Diky pun mengaku bangga melihat semangat para KWT BPP Cipedes dalam menghasilkan berbagai produk kreatif.
Ia berharap inovasi serupa dapat ditularkan kepada kelompok wanita tani di wilayah lainnya di Kota Tasikmalaya.
“Saya salut dan bangga dengan para KWT BPP Cipedes ini. Saya berharap KWT-KWT di daerah lainnya bisa menyesuaikan menjadi KWT yang berinovasi untuk kemajuan Kota Tasikmalaya,” katanya.
Diky menegaskan, pengembangan KWT tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, para aghnia dan berbagai elemen lainnya.
Terlebih, kondisi fiskal pemerintah saat ini membuat ruang gerak pemerintah dalam memberikan dukungan secara maksimal menjadi terbatas.
Pemkot Tasikmalaya Akui Kondisi Fiskal Terbatas
Meski demikian, Diky memastikan pemerintah akan tetap berupaya hadir dan merangkul masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan terus mencari peluang untuk mendukung berbagai kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat.
“Kita akan tetap bergerak, tetap akan merangkul, mencoba berikhtiar semaksimal mungkin untuk tetap dekat dengan masyarakat. Tapi tentunya ada keterbatasan dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.
Diky menegaskan, keterbatasan anggaran bukan alasan bagi pemerintah untuk berhenti berjuang. Menurutnya, justru kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat dari berbagai pihak.
“Tidak berarti mengeluh. Kami tetap fight, tetap berjuang. Tetapi jelas pemerintah tidak bisa sendiri tanpa dibantu oleh masyarakat yang lainnya dan dari manapun berasal,” pungkas Diky.
Semarak Kemerdekaan RI yang digelar KWT BPP Cipedes tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kreativitas dan produk olahan KWT kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan usaha.(***)


Comment