Berita Tasikmalaya, tasik.id – Upaya melestarikan batik dinilai tidak cukup hanya dengan menjadikannya sebagai busana sehari-hari. Generasi muda juga perlu mengenal proses pembuatannya hingga memahami nilai budaya yang terkandung di balik setiap karya batik.
Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Rani Permayani saat menerima silaturahmi Raya Mahesa, finalis Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara perwakilan Jawa Barat, di ruang kerja Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Diky Chandra untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada Raya Mahesa yang akan membawa nama Jawa Barat dalam ajang Putra Putri Batik Nusantara tingkat nasional.
Diky menilai keterlibatan generasi muda dalam promosi dan pelestarian budaya merupakan langkah penting. Terlebih, batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap keikutsertaan Raya Mahesa dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan anak muda terhadap batik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara secara lebih luas.
“Semoga Raya Mahesa dapat memberikan penampilan terbaik, membawa nama baik Jawa Barat, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Kota Tasikmalaya untuk terus berkarya dan mencintai budaya Indonesia,” kata Diky Chandra.
Pelestarian Batik Dimulai dari Proses Membatik
Sementara itu, Raya Mahesa mengatakan pelestarian batik seharusnya tidak hanya dilihat dari penggunaannya sebagai pakaian. Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami proses pembuatan batik secara langsung.
“Batik Nusantara ini lebih kepada pelestarian, mulai dari proses membatiknya itu sendiri. Ini salah satu budaya kita yang harus dilestarikan,” ujar Raya.
Raya menilai masyarakat pada dasarnya sudah memiliki kecintaan terhadap batik. Namun, pemahaman mengenai cara melestarikan batik masih perlu ditingkatkan.







Comment