Viman menekankan, kebijakan tersebut bukan berarti menggusur PKL, melainkan melakukan penataan agar aktivitas olahraga masyarakat dan kegiatan ekonomi pedagang dapat berjalan berdampingan.
“Mulai besok kawasan itu harus steril dari para pedagang. Bukan digusur, melainkan ditata supaya PKL dan mereka yang berolahraga bisa sama-sama merasa nyaman,” ujar Viman usai menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 di Bapelitbangda, Senin (24/8/2026).
Menurut Viman, Pemkot Tasikmalaya telah menyiapkan zona yang sebelumnya masuk dalam site plan kawasan Dadaha. Penentuan zona tersebut dilakukan berdasarkan kajian dan perencanaan yang telah dilakukan dalam waktu cukup panjang.
“Nantinya zona tersebut akan menempatkan tempat yang layak, baik untuk PKL, parkir, olahraga, dan lainnya. Kajiannya berdasarkan kelayakan dari fungsi perencanaan di Dadaha,” jelasnya.
Viman menilai penataan kawasan harus mampu memberikan ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus memberikan kepastian tempat bagi para pelaku usaha.
“Jogging track harus steril dari PKL, sehingga akan dibuat zona untuk mereka. Spiritnya, sama-sama ingin merasa nyaman sebagai fungsi olahraga dan perputaran ekonomi bagi pedagang,” katanya.
Dengan penataan tersebut, Pemkot Tasikmalaya berharap Kawasan Dadaha dapat kembali menjadi ruang publik yang representatif. Masyarakat bisa jogging, bersepeda, dan berolahraga dengan nyaman, sementara aktivitas ekonomi PKL tetap berjalan di lokasi yang telah ditentukan.
Penataan Dadaha juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjadikan kawasan tersebut lebih bersih, tertib, aman, sekaligus mampu mendukung aktivitas olahraga dan perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya.(***)






Comment