Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai melakukan penataan ulang Kawasan Dadaha untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik dan pusat aktivitas olahraga masyarakat yang tertib, nyaman, dan sehat.
Sebagai langkah awal, UPTD Pengelola Komplek Dadaha menerbitkan surat edaran kepada para pedagang, pelaku usaha, dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area jogging track serta sekitar Stadion Wiradaha. Mereka diminta mengosongkan sekaligus membersihkan lapak secara mandiri.
Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha, Dadang Ismail, mengatakan penataan tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Tasikmalaya Nomor 107 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Komplek Dadaha sebagai kawasan terpadu olahraga.
“Kami mengimbau para pedagang yang biasa berjualan di area jogging track dan sekitar stadion untuk segera menertibkan lapaknya secara mandiri. Batas waktunya sampai 25 Agustus 2026,” ujar Dadang, Senin (24/8/2026).
Ia menegaskan, apabila hingga batas waktu yang ditentukan masih ditemukan aktivitas berjualan maupun fasilitas lapak di kawasan tersebut. Petugas akan melakukan penertiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Namun, Dadang memastikan penataan tersebut bukan bertujuan mematikan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemkot Tasikmalaya telah menyiapkan zona relokasi. Agar para PKL tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya tanpa mengganggu fungsi utama Dadaha sebagai kawasan olahraga.
“Penataan ini bukan untuk mematikan ekonomi warga. Kami ingin Dadaha kembali nyaman digunakan untuk olahraga, rekreasi, dan kegiatan publik lainnya,” katanya.
Dadaha Dilengkapi CCTV hingga Penerangan
Untuk mendukung penataan kawasan, UPTD Pengelola Komplek Dadaha telah melakukan sejumlah langkah. Di antaranya sosialisasi dan komunikasi dengan koordinator PKL, peningkatan pengawasan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik, perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di area Dadaha.
Selain itu, rekayasa arus lalu lintas juga diterapkan untuk mengurai kepadatan di sejumlah titik. Kantong parkir resmi turut difokuskan agar kendaraan pengunjung tidak lagi parkir sembarangan.
“Kami ingin Dadaha kembali menjadi kebanggaan warga Tasikmalaya. Tempat yang bersih, aman, dan benar-benar bisa digunakan untuk berolahraga dan berkumpul,” ujar Dadang.
Viman: Jogging Track Harus Steril dari PKL
Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa area jogging track Dadaha mulai Selasa (25/8/2026) harus steril dari aktivitas pedagang.






Comment