Berita Tasikmalaya, tasik.id – Viralnya dugaan unggahan bernada kasar yang dilakukan seorang pegawai administrasi RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya terus menuai perhatian berbagai kalangan. Kali ini, pemerhati sosial masyarakat, Arief Sudrajat, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang dinilai mencoreng citra pelayanan publik di Kota Tasikmalaya.
Menurut Arief, tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai tersebut sangat disayangkan. Ia menilai perilaku tersebut tidak mencerminkan karakter masyarakat Tasikmalaya yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, keramahan, dan budaya ketimuran.
“Sangat disayangkan jika benar seorang pegawai pelayanan publik sampai menuliskan kata-kata kasar di media sosial. Ini mencoreng citra masyarakat Tasikmalaya yang dikenal ramah dan santun,” ujar Arief.
Ini merupakan tanggung jawab moral RSUD terhadap masyarakat kota tasik. Dan disekitarnya yang mana kepercayaan publik Rumah Sakit pemerintah sangatlah minim dengan berbagai permasalahan yang sangat komplek.
Yang lebih mirisnya lagi, jika benar diduga admin rsud ini merupakan anak seorang pejabat atau anggota dewan dengan Inisial A sangat disayangkan tidak mencerminkan bahwa dia sebagai figur yang menjadi suritauladan untuk masyarakat.
Arief juga menanggapi langkah yang telah diambil manajemen RSUD dr Soekardjo melalui pernyataan resminya di media sosial. Meski mengapresiasi adanya respons cepat dari rumah sakit, ia menilai publik masih membutuhkan penjelasan lebih rinci mengenai bentuk sanksi yang dijatuhkan.
“Jangan sampai persoalan ini dianggap selesai hanya dengan pembinaan. Masyarakat tentu berharap ada ketegasan agar menjadi pembelajaran bagi seluruh aparatur pelayanan publik” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dan RSUD dr Soekardjo tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menangani persoalan tersebut.
RSUD dr Soekardjo: Pegawai Sudah Dijatuhi Sanksi
Sebelumnya, melalui akun media sosial resminya, manajemen RSUD dr Soekardjo membenarkan bahwa orang yang menjadi sorotan publik merupakan pegawai yang bertugas di bagian administrasi.


Comment