Berita Tasikmalaya, tasik.id – Keluhan kekurangan air yang dialami Pondok Pesantren Al Muchtar Singarani di Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, akibat pekerjaan rehabilitasi Jaringan Irigasi Cikunten II akhirnya mendapat respons dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.
Pihak BBWS bersama Ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Cikunten, Asep Kurniawan, melakukan audiensi dengan pihak pondok pesantren pada Jumat (12/6/2026). Pertemuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Ponpes Al Muchtar, Ustaz Aceng Subhani, bersama para santri.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pondok menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dampak pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah hulu Kabupaten Tasikmalaya yang menyebabkan berkurangnya pasokan air ke lingkungan pesantren.
Ketua UPI Cikunten Asep Kurniawan menjelaskan ada beberapa poin utama yang disampaikan pihak pesantren. Di antaranya terkait kebutuhan penanganan dampak rehabilitasi irigasi yang menyebabkan kekurangan air. Percepatan perbaikan bangunan pintu air BCK II 14 sebagai sumber utama pasokan air ke pesantren, hingga perbaikan gorong-gorong pada saluran tersier yang mengalirkan air menuju pondok.

Audiensi antara BBWS, UPI Cikunten, dan Ponpes Al Muchtar juma’t (12/6/2026)
Baca Juga : Normalisasi Sungai Cikunten Dikeluhkan Ponpes Salafiyah Al Muchtar Singaparna, Santri Kesulitan Air Bersih
“Setelah dilakukan dialog dan pembahasan secara musyawarah, BBWS Citanduy dan Pondok Pesantren Al Muchtar mencapai sejumlah kesepakatan bersama,” ujar Asep.







Comment