Berita Tasikmalaya, tasik.id – Tiga pemuda asal Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Tasikmalaya Selatan.
Ketiga tersangka berinisial A, M, dan S diamankan Tim Reaksi Cepat Unit Resmob Satreskrim Polres Tasikmalaya dalam rangka Operasi Jaran Lodaya 2026. Menariknya, ketiganya diketahui merupakan sahabat sejak kecil dan berasal dari lingkungan pergaulan yang sama.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, membenarkan penangkapan tersebut pada Rabu (10/6/2026).
“Benar, kami telah mengamankan tiga tersangka berinisial A, M, dan S. Mereka merupakan satu kelompok yang diduga telah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah wilayah Tasikmalaya Selatan,” ujarnya.
Terungkap dari Kasus Pencurian Honda Beat di Ciheras
Kasus ini bermula dari laporan korban bernama Lina Lintawati, warga Kecamatan Sukahening. Korban kehilangan sepeda motor Honda Beat warna silver bernomor polisi D-6035-ZFO yang diparkir di area sirib ikan Kampung Alur, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah.
Peristiwa pencurian terjadi pada 28 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga memanfaatkan situasi lokasi yang sepi. Mereka merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T dan kunci T palsu sebelum membawa kabur kendaraan korban.
“Pelaku mengincar kendaraan yang terparkir di lokasi minim pengawasan. Setelah kunci berhasil dirusak, motor langsung dibawa kabur,” kata AKP Heru.
Mengaku Sudah Beraksi 10 Kali
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa ketiga tersangka diduga telah melakukan aksi pencurian motor sebanyak 10 kali di berbagai wilayah.
Sasaran mereka umumnya sepeda motor jenis Honda Beat dan Honda Vario yang diparkir di depan rumah tanpa pagar atau pengamanan tambahan.
Aksi tersebut dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Cipatujah, Karangnunggal, Bantarkalong hingga Cibalong.
Modus yang digunakan relatif sama, yakni mencari kendaraan yang mudah diakses, merusak kunci kontak menggunakan alat khusus, lalu membawa kabur motor untuk dijual.
“Motif sementara karena faktor ekonomi. Uang hasil penjualan kendaraan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap AKP Heru.







Comment