Politik
Home » Berita » Cecep Nurul Yakin Nostalgia atau Simbol Check Out? Dinamika Politik dan Jejak Kuat PO Bus Primajasa Tasikmalaya

Cecep Nurul Yakin Nostalgia atau Simbol Check Out? Dinamika Politik dan Jejak Kuat PO Bus Primajasa Tasikmalaya

Screenshot akun cecep nurul yakin yang menaiki salah satu PO Bus besar asal Tasikmalaya

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Keterlibatan para pemilik perusahaan otobus (PO) dalam dunia politik kembali menjadi sorotan. Fenomena ini menarik dicermati, terutama di Tasikmalaya yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan raksasa industri transportasi darat di Jawa Barat.

Hadits Munawir Ketua GAM Kab Tasikmalaya

Di kota dan kabupaten ini berdiri sejumlah PO legendaris yang telah menguasai berbagai trayek strategis, baik di Priangan Timur hingga Jabodetabek. Sebut saja PO Mayasari Bhakti yang telah merajai jalur ibu kota sejak 1960-an. Lalu ada PO Primajasa, armada yang kerap mendominasi Tol Cipularang. Selain itu, terdapat PO MGI, PO Karunia Bhakti, PO Doa Ibu, serta PO Budiman yang tak kalah dikenal masyarakat.

Ketua Gerakan Ajengan Muda Kabupaten Tasikmalaya, Hadist Munawir Al Asya’ari, menilai bahwa kiprah para owner PO tak hanya kuat di sektor transportasi, tetapi juga merambah dunia politik.

Salah satu contohnya adalah Viman Alfarizi, yang kini menjabat sebagai Wali Kota Tasikmalaya dan merupakan generasi ketiga dari keluarga besar Mayasari Bhakti Group. Sementara itu, H. Amir Mahpud, owner Primajasa, saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Barat.

Secara historis, sejumlah PO seperti Primajasa, MGI, Doa Ibu hingga CBU disebut masih memiliki keterkaitan keluarga, sebagai bagian dari trah H. Engkud Mahpud, tokoh sentral di balik kejayaan Mayasari Bhakti.

Memaknai Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya Ajak ASN Perkuat Empati Sosial

Dominasi Trayek Priangan–Jakarta

Primajasa dikenal luas sebagai salah satu operator yang menguasai jalur Priangan menuju Jakarta. Dari Bandung, penumpang memiliki banyak opsi keberangkatan, termasuk dari KM 125 atau akses Tol Pasirkoja. Armada dari Garut, Tasikmalaya, Cileunyi dan daerah lain berjejer menuju berbagai titik di Jabodetabek, mulai Cikarang, Bekasi, Cililitan, Tanjung Priok hingga Cempaka Putih.

Kemudahan konektivitas antarmoda menjadi nilai tambah. Setibanya di Jakarta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL, LRT, maupun transportasi daring. Bahkan untuk tujuan Lebak Bulus, tersedia opsi turun di sekitar Poins Square.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!