News
Home » Berita » Job Fair Batch 2 Kota Tasikmalaya Digelar Hybrid, Disnaker Siapkan Peluang Kerja ke Jepang

Job Fair Batch 2 Kota Tasikmalaya Digelar Hybrid, Disnaker Siapkan Peluang Kerja ke Jepang

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Peluang bekerja ke luar negeri kini terbuka bagi generasi muda Kota Tasikmalaya. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya tidak hanya kembali menggelar Job Fair Batch 2 secara hybrid. Tetapi juga membuka program pelatihan kompetensi bahasa Jepang gratis bagi masyarakat yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses lapangan pekerjaan. Sekaligus meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Staf Disnaker Kota Tasikmalaya, Arie Faryda yang akrab disapa Miss Gacor, mengatakan Job Fair Batch 2 merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan bursa kerja sebelumnya di Plaza Asia.

Menurutnya, kegiatan terdahulu menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah masyarakat yang mendaftar secara daring dengan pencari kerja yang datang langsung ke lokasi.

“Dari total 6.261 pendaftar online, hanya 1.539 yang hadir. Dari Tasikmalaya sebanyak 872 orang, dari luar sebanyak 677 orang,” ungkap Arie, Kamis (5/11/2026).

UMTAS Resmi Buka PMB 2026-2027, Siapkan 29 Program Studi dan Perluas Jangkauan Mahasiswa

Melalui penyelenggaraan secara hybrid, Disnaker berharap kesempatan memperoleh pekerjaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan skema tersebut, pencari kerja bisa mengakses informasi lowongan dan mengajukan lamaran tanpa harus datang langsung ke lokasi kegiatan.

Sasaran program ini mencakup masyarakat yang belum bekerja, termasuk lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang tengah mencari peluang memasuki dunia kerja.

Buka Pelatihan Bahasa Jepang Gratis untuk 100 Peserta

Selain Job Fair Batch 2, Disnaker Kota Tasikmalaya juga membuka program Pelatihan Peningkatan Pelindungan dan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan bahasa Jepang sebagai bekal masyarakat yang ingin bekerja di Negeri Sakura melalui jalur resmi dan terlindungi.

Pendaftaran seleksi mulai dibuka pada 5 November 2026 hingga kuota terpenuhi. Disnaker menargetkan sebanyak 100 peserta dapat mengikuti program tersebut, dengan salah satu persyaratan utama berusia maksimal 28 tahun.

Wabup Asep Sopari Dorong Pembenahan BUMDes Tasikmalaya, Transparansi Keuangan Jadi Sorotan

Adapun pelaksanaan pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 2027. Sebelum memasuki tahap pelatihan, calon peserta akan melalui proses seleksi, termasuk psikotes dan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU).

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!