Berita Tasikmalaya, tasik.id – Ancaman hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Jawa Barat membuat masyarakat Kota Tasikmalaya diminta meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem pada periode 29–31 Oktober 2026 tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari genangan air, banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Peringatan itu disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, S.P., M.Si., melalui siaran pers berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
Selain Kota Tasikmalaya, wilayah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Pangandaran.
Menghadapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah pencegahan banjir sejak dini, terutama saat memasuki musim penghujan.
Imbauan tersebut disampaikan melalui poster edukasi bertajuk “Hindari Banjir, Cegah Sebelum Terjadi” dengan pesan utama agar masyarakat melindungi diri, keluarga, dan lingkungan.
BPBD Kota Tasikmalaya Bagikan Delapan Langkah Pencegahan Banjir
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova S.T., M.Si., menyampaikan BPBD Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat melakukan delapan langkah untuk mengurangi risiko banjir dan memuat ajakan melalui poster yang disebar di media sosial.
Pertama, menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memastikan saluran air tidak tersumbat. Drainase juga perlu dibersihkan secara rutin agar aliran air tetap lancar.
Kedua, merawat saluran air di sekitar rumah, termasuk gorong-gorong, selokan, dan drainase, supaya tidak tersumbat sampah maupun endapan.
Ketiga, memeriksa dan memperbaiki kondisi rumah. Warga diminta memastikan atap, talang, dan dinding dalam kondisi baik agar tidak mudah bocor ketika hujan deras.
Keempat, menjaga daerah resapan air dengan menghindari penutupan lahan menggunakan beton secara berlebihan. Masyarakat juga dianjurkan menanam pohon dan mempertahankan ruang terbuka hijau.
Kelima, mengetahui lokasi aman dengan memahami jalur evakuasi. Serta titik kumpul terdekat di lingkungan tempat tinggal.
Keenam, menyiapkan perlengkapan darurat, seperti dokumen penting, obat-obatan, senter, radio, dan kebutuhan pokok di tempat yang mudah dijangkau.











Comment