Ketujuh, menghindari aktivitas berbahaya saat banjir. Masyarakat diingatkan agar tidak menerobos banjir, terutama menggunakan kendaraan, karena arus air dapat sangat kuat dan membahayakan keselamatan.
Kedelapan, mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BPBD, BMKG, serta instansi terkait.
BMKG Ungkap Faktor Pemicu Potensi Hujan Lebat
BMKG menjelaskan, potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer. Suhu muka laut yang relatif hangat masih mendukung suplai uap air. Sedangkan anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menuju nilai negatif menunjukkan peningkatan tutupan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Jawa Barat.
Aktivitas tersebut sejalan dengan pergerakan gelombang atmosfer Equatorial Rossby (ER) dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan aktif di wilayah tersebut.
Kondisi labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat juga meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal.
Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan berintensitas tinggi yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Warga Diminta Pantau Informasi Cuaca dan Siapkan Jalur Evakuasi
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di tempat terbuka ketika hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang berlangsung.
Sementara itu, BPBD Kota Tasikmalaya mengingatkan pentingnya kesiapan keluarga dalam menghadapi kemungkinan bencana. Warga perlu mengetahui lokasi aman, menyiapkan perlengkapan darurat, serta tidak mengabaikan peringatan yang dikeluarkan instansi berwenang.
Untuk mendapatkan informasi kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Kota Tasikmalaya di nomor 0811-210-1113 sebagaimana tercantum dalam poster resmi BPBD.
Adapun informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id](http://www.bmkg.go.id) dan cuaca.bmkg.go.id. serta akun media sosial Instagram dan TikTok @bmkg_jawabarat.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir serta melindungi keselamatan masyarakat selama periode cuaca ekstrem.











Comment