Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tasikmalaya menyoroti tidak diundangnya GP Ansor dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Bendahara GP Ansor, Habib Qosim Nurwahab menegaskan bahwa GP Ansor merupakan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki akar sejarah kuat dengan perjuangan para ulama, khususnya Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh penting dalam sejarah Hari Santri Nasional.
Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial pemerintah. Melainkan momentum untuk menghormati perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan bangsa.
“Kami ini santri KH. Hasyim Asy’ari, bukan santri Pemkot Tasik, jangan sampai peringatan Hari Santri justru membuat organisasi. Dan kalangan santri yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan keumatan merasa diabaikan,” tegas Habib.
Ia menilai, peringatan Hari Santri semestinya menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen pesantren, organisasi keagamaan, dan komunitas santri. Tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pemerintah.











Comment