News
Home » Berita » Workshop Kewirausahaan dan Gerakan Pelajar Inklusif, Diky Chandra Apresiasi Gagasan Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Workshop Kewirausahaan dan Gerakan Pelajar Inklusif, Diky Chandra Apresiasi Gagasan Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Semangat membangun kemandirian ekonomi dan pendidikan inklusif menjadi fokus dalam kegiatan Workshop Kewirausahaan dan Launching Gerakan Pelajar Inklusif yang digelar Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pelajar, pemerintah, organisasi pendidikan, dan dunia usaha untuk mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra turut menghadiri kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya tersebut.

Diky Chandra Soroti Pentingnya Ketepatan Waktu

Dalam kesempatan tersebut, Diky Chandra menekankan pentingnya membangun budaya disiplin waktu, baik di kalangan masyarakat maupun pejabat pemerintahan.

Diky hadir tepat waktu sebagai bentuk penghargaan kepada pihak yang telah mengundangnya. Menurutnya, ketepatan waktu merupakan bagian dari upaya menciptakan kultur positif di tengah masyarakat.

Polres Tasikmalaya Intensifkan Patroli KRYD Akhir Pekan, Sasar Geng Motor hingga Knalpot Brong

Ia mengungkapkan, dalam sejumlah kegiatan, dirinya terkadang harus menunggu hingga seluruh persiapan selesai.

“Gak apa-apa, ini sebuah proses. Semoga khususnya saya, umumnya siapapun, baik warga maupun pejabat, betapa berharganya waktu,” ujar Diky Chandra.

Apresiasi Gagasan Pelajar tentang Pendidikan Inklusif

Diky Chandra juga memberikan apresiasi terhadap para pelajar yang menggagas kegiatan Workshop Kewirausahaan dan Gerakan Pelajar Inklusif.

Ia mengaku kagum terhadap cara pandang salah seorang pelajar berprestasi yang pernah mendapatkan penghargaan dari tingkat provinsi.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar itu menyampaikan pandangannya mengenai persoalan anak yang tidak melanjutkan sekolah. Berbagai faktor turut disoroti, mulai dari kendala ekonomi, persoalan administrasi, kebiasaan yang kurang tepat dari sudut pandang orang tua, hingga persoalan lainnya.

Indoboxing Hadir Jadi Wadah Positif Generasi Muda, Enam Sekolah di Tasikmalaya Jadikan Ekstrakurikuler

Menurut Diky, gagasan yang disampaikan pelajar tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan pemahaman terhadap realitas pendidikan yang dihadapi masyarakat.

Diky bahkan berencana mengundang pelajar tersebut ke lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk berdiskusi lebih mendalam.

Ia menilai, pandangan dan pengalaman para pelajar perlu didengar sebagai bagian dari upaya memahami persoalan pendidikan secara lebih luas.

Inklusivitas Perlu Dibangun Bersama

Mengangkat tema inklusivitas, kegiatan tersebut juga dinilai menjadi pengingat. Bahwa lingkungan pendidikan dan sosial yang terbuka serta adil bagi semua kalangan perlu terus dibangun.

Diky Chandra menilai, pembahasan mengenai inklusi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga perlu mendapat perhatian dari orang tua, sekolah, organisasi pelajar, dan masyarakat.

‘Jangan Ada Lagi Geng Motor’, Pesan Tegas Kapolda Jabar dari Tasikmalaya

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ucapan Selamat dan Sukses

Selamat Muktamar NU

HUT Ke 81 RI

error: Content is protected !!