Berita Tasikmalaya, tasik.id – Upaya pencegahan HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya tidak hanya dilakukan melalui layanan kesehatan. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra juga mendorong adanya ruang komunikasi dan dialog bersama kelompok masyarakat yang rentan terjangkit HIV/AIDS.
Hal tersebut disampaikan Diky saat bertemu dengan kelompok rentan dalam kegiatan“MSM Mobile Clinics for HIV Testing and STI Service” yang digelar di Eks Setda Lama, Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Diky hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tasikmalaya.
Diky mengatakan, langkah antisipasi HIV/AIDS perlu dibarengi dengan komunikasi yang terbuka. Menurutnya, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memberikan ketenangan kepada kelompok rentan agar tidak merasa dikucilkan dari lingkungan masyarakat.
“Selain antisipasi HIV/AIDS, saya ingin membuka ruang komunikasi. Ini untuk menenangkan hati mereka bahwa mereka merupakan warga Kota Tasikmalaya,” kata Diky.
Ia menegaskan, upaya tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga masyarakat dan kebaikan Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri.
“Ini ikhtiar bersama, untuk kebaikan Kota Tasik yang merupakan Kota Santri,” ujarnya.
Diky Akan Libatkan Ulama, Pakar Hukum dan Dokter
Diky juga mengungkapkan rencana untuk melibatkan sejumlah pihak dalam upaya memberikan pemahaman mengenai risiko HIV/AIDS dan dampak perilaku yang berisiko.
Ia menyebut ulama, pakar hukum, serta dokter dapat dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Iya nanti akan saya lakukan itu, agar ada pencerahan bahwa perilaku salah dapat menimbulkan bahaya,” ucapnya.
Menurut Diky, edukasi diperlukan agar masyarakat mendapatkan pemahaman dari berbagai sudut pandang, terutama berkaitan dengan kesehatan dan dampak sosial.








Comment