Sosialisasi juga harus dilakukan secara menyeluruh, baik kepada petugas pelayanan maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Evaluasi pemanfaatannya secara berkala berdasarkan jumlah pengguna, transaksi, waktu layanan, penerimaan, dan kepuasan masyarakat,” katanya.
QRIS UMMAT Dukung Ekosistem Pesantren
Pada kegiatan yang sama, Wali Kota Tasikmalaya menyambut baik peluncuran QRIS UMMAT yang melibatkan pondok pesantren.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki ekosistem pesantren dan keagamaan yang cukup kuat. Di dalamnya terdapat masjid, lembaga pendidikan keagamaan, UMKM halal, zakat, infak hingga berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Kehadiran QRIS dinilai dapat mempermudah sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan transaksi di lingkungan tersebut.
“QRIS dapat membantu pengelolaan transaksi yang lebih mudah dan tercatat, sekaligus memperluas literasi keuangan digital di lingkungan umat,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi harus tetap dibarengi dengan prinsip amanah. Transparansi, ketepatan penggunaan dana, serta pertanggungjawaban pengelolaan keuangan harus terus dijaga.
Dengan pengelolaan yang baik, QRIS UMMAT diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembayaran digital, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi syariah, kemandirian pesantren, dan kebermanfaatan sosial.
Langkah tersebut sekaligus dinilai selaras dengan semangat Tasikmalaya sebagai kota religius, sekaligus mendorong pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.(iqbal)


Comment