Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya menyinggung filosofi Pencak Silat Payung Geulis yang menurutnya memiliki makna mendalam.
“Payung itu adalah pelindung, bukan untuk mematikan. Pencak silat harus mampu menghadirkan kedamaian, membina, dan meluruskan. Namun apabila ada yang tidak bisa dibina, maka harus dikeluarkan dari payung tersebut,” ujarnya.
Ia berharap nilai-nilai luhur pencak silat terus dijaga sebagai warisan budaya yang tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri. Tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan akhlak para pesertanya.
Melalui penyelenggaraan Pasanggiri Ibing Pencak Silat Se-Priangan Timur. Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap budaya pencak silat semakin berkembang, melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.(***)




Comment