Ia menilai keberadaan Gedung BTH Convention Hall tidak hanya bermanfaat bagi kegiatan akademik, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Tasikmalaya.
“Termasuk Gedung BTH Convention Hall ini bisa bermanfaat dan bisa memantik ekonomi di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Viman juga menekankan bahwa pembangunan Universitas BTH tidak berhenti pada sarana dan prasarana. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam perkembangan perguruan tinggi.
Menurutnya, lulusan Universitas BTH harus memiliki kualitas akademik sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kualitas pendidikan dan mencetak mahasiswa-mahasiswanya bukan hanya kuat, tetapi harus berdampak kepada masyarakat,” katanya.
Ia menyebut sejumlah lulusan Universitas BTH telah berkiprah di daerah masing-masing. Selain itu, lahirnya sejumlah profesor dari Universitas BTH menjadi salah satu indikator bahwa perguruan tinggi tersebut terus menjalankan tridharma perguruan tinggi.
“Lulusan-lulusan BTH pun banyak yang berkiprah bagi daerahnya dan mewujudkan tridharma perguruan tinggi. Sudah mencetak beberapa profesor dari Universitas BTH. Ini menunjukkan salah satu indikator bahwa kampus ini melakukan tridharma perguruan tinggi,” tutur Viman.
Pemkot Tasikmalaya, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi pentahelix untuk memperkuat pembangunan daerah, termasuk dalam menyiapkan generasi emas bagi Kota Tasikmalaya.
Rektor Universitas BTH Pesan Wisudawan Tak Hanya Mencari Pekerjaan
Sementara itu, Rektor Universitas Bakti Tunas Husada, Prof. Dr. Ruswanto, M.Si., memberikan pesan kepada 537 wisudawan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini membutuhkan pola pikir yang lebih luas. Para lulusan didorong untuk mampu melihat persoalan di sekitarnya dan menciptakan solusi.
“Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya bertanya, pekerjaan apa yang saya akan dapat, tetapi justru harus bertanya masalah apa yang dapat saya selesaikan. Nilai apa yang dapat saya ciptakan dan manfaat apa yang dapat saya berikan,” kata Ruswanto.
Ia mengingatkan para wisudawan bahwa perjalanan setelah lulus tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana.
Ada yang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan, ada pula yang harus memulai dari bawah. Karena itu, ia meminta para lulusan tidak membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain.
“Dalam perjalanan seusai wisuda tentunya tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan rencana. Ada yang harus menunggu lama, ada yang memulai. Jangan takut apabila perjalanannya berbeda dengan orang lain,” ujarnya.
Ia berpesan agar para wisudawan terus bergerak dan tidak berhenti berusaha dalam menghadapi perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas BTH.
“Insya Allah setiap orang memiliki waktunya sendiri. Yang penting para wisudawan tidak pernah berhenti untuk bergerak,” pungkasnya.(iqbal)



Comment