“Sangat disayangkan jika benar seorang pegawai pelayanan publik sampai menuliskan kata-kata kasar di media sosial. Ini mencoreng citra masyarakat Tasikmalaya yang dikenal ramah dan santun,” ujar Arief.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab moral pihak RSUD kepada masyarakat. Ia menilai kepercayaan publik terhadap rumah sakit pemerintah harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan pelayanan yang dihadapi.
Arief juga menyoroti informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan latar belakang oknum tersebut. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang membenarkan informasi tersebut.
“Yang lebih memprihatinkan, apabila benar informasi yang beredar bahwa oknum admin tersebut merupakan anak seorang pejabat atau anggota dewan berinisial A. Tentu hal itu sangat disayangkan karena sebagai keluarga figur publik semestinya dapat memberikan teladan yang baik kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, video permintaan maaf dari akun yang bersangkutan terus menjadi perhatian warganet di berbagai platform media sosial.(iqbal)


Comment