Pada kesempatan itu, Diky juga mengangkat kisah sejarah hubungan antara ulama dan umara pada masa lampau. Ia mencontohkan bagaimana kepemimpinan pada masa Kesultanan Demak yang dipimpin Raden Patah memiliki kedekatan dengan para Wali Songo.
Menurutnya, hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah perlu terus dijaga. Bahkan, ia berharap para pemimpin daerah lebih aktif mendatangi ulama sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar mereka di tengah masyarakat.
“Dalam sejarah, Raden Patah sebagai umara berada di bawah bimbingan Wali Songo sebagai ulama. Alangkah baiknya jika umara menghormati dan mendatangi ulama. Mengangkat harkat dan derajat ulama, setidaknya dengan pemimpin yang datang bersilaturahmi kepada mereka, bukan sebaliknya. Itu memang menjadi harapan saya,” ungkap Diky.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, Forum Pondok Pesantren, Muspika, dan para pimpinan pondok pesantren dalam menjaga persatuan, memperkuat kelembagaan pesantren. Serta mendukung pembangunan Kota Tasikmalaya yang religius dan harmonis.


Comment