News
Home » Berita » Semangat Muda untuk Desa: Kang Bara dan 10 Pemuda Mengajar serta Mengabdi di Ciawi

Semangat Muda untuk Desa: Kang Bara dan 10 Pemuda Mengajar serta Mengabdi di Ciawi

Momen mengharukan justru terjadi setelah kegiatan pembelajaran. Sejumlah siswa memberikan surat yang mereka tulis sendiri kepada para tutor.

Surat tersebut berisi ucapan terima kasih, kesan selama mengikuti kegiatan, hingga pesan pribadi untuk para pemuda yang telah datang mengajar.

Bagi para tutor, surat sederhana dari anak-anak itu menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

“Kami awalnya datang dengan niat ingin memberikan sesuatu kepada mereka. Tapi ternyata justru anak-anak yang memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk kami. Suratnya sederhana, tetapi ketika membacanya, rasanya perjuangan dan waktu yang kami keluarkan terbayar. Kami benar-benar terharu,” ujar salah seorang tutor.

Warga Ciawi Apresiasi Gerakan Mengajar Desa

Tak hanya pihak sekolah, masyarakat sekitar juga menyambut baik kegiatan pengabdian tersebut. Kehadiran pemuda dari berbagai daerah dan kampus dinilai menjadi contoh bahwa pendidikan dan kegiatan sosial dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Diky Chandra: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan untuk Kurangi Pelayanan kepada Warga

“Kami senang ada anak-anak muda yang mau datang dan mengabdi di sini. Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai kegiatan GMD saja, tetapi bisa terus memberikan semangat kepada anak-anak dan masyarakat,” ujar salah seorang warga Ciawi.

Bagi peserta GMD, kegiatan tersebut juga menjadi pembelajaran dua arah. Mereka tidak hanya datang untuk memberikan ilmu, tetapi juga belajar mengenai kehidupan masyarakat desa, karakter anak-anak, serta berbagai pengalaman yang mereka temui selama berada di Ciawi.

Kang Bara menilai keberagaman latar belakang para tutor justru menjadi kekuatan dalam kegiatan tersebut.

“Kami datang dari kampus yang berbeda, daerah yang berbeda, bahkan mungkin punya pengalaman hidup yang berbeda. Tetapi ketika turun ke desa, semua sekat itu hilang. Yang ada adalah bagaimana kami bisa bekerja sama dan memberikan manfaat. Saya kira ini adalah salah satu bentuk semangat pemuda yang dibutuhkan Indonesia,” ungkap Kang Bara.

Melalui Gerakan Mengajar Desa di Ciawi, kelompok pemuda Kabupaten Tasikmalaya berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat.

100 Kastrol Nasi Liwet Semarakkan HUT RI ke-81 di Situ Sanghiyang, Ada Domba untuk Pemenang

Semangat belajar, keberanian bermimpi, serta kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh, baik di kalangan anak-anak maupun para pemuda yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gerakan Mengajar Desa menjadi salah satu contoh cara generasi muda mengisi kemerdekaan. Bukan hanya dengan seremoni, tetapi melalui pendidikan, pengabdian, dan aksi nyata di tengah masyarakat.(***)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUT Ke 81 RI

error: Content is protected !!