Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat mulai dikerjakan pada triwulan pertama 2027. Saat ini, rencana tersebut masih menunggu penyelesaian proses pengadaan lahan.
Pembangunan fasilitas permanen ini disiapkan untuk menjamin keberlanjutan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain menyediakan ruang belajar yang memadai, Pemkot Tasikmalaya juga menaruh perhatian pada pengembangan potensi siswa melalui fasilitas pendukung, termasuk perpustakaan.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen masih berfokus pada pengadaan lahan. Setelah lokasi tersedia, pembangunan fisik diharapkan dapat segera dimulai.
“Insyaallah pada triwulan pertama tahun depan, Sekolah Rakyat permanen mulai dibangun. Saat ini tinggal menunggu proses pengadaan lahannya,” kata Viman saat menghadiri Open House Sambara Karya 2026 di Sekolah Rakyat 41, Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kota Tasikmalaya.
Menurut Viman, keberadaan gedung permanen diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang nyaman dan berkelanjutan. Fasilitas sekolah juga perlu dirancang untuk menunjang perkembangan peserta didik, baik dari sisi akademik maupun keterampilan.
Pemkot Tasikmalaya Siapkan Perpustakaan dan 3.000 Buku
Selain pembangunan gedung, Pemkot Tasikmalaya berencana memperkuat fasilitas literasi di lingkungan Sekolah Rakyat. Salah satu dukungan yang disiapkan berupa koleksi sekitar 3.000 buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah tengah mempertimbangkan penyediaan ruangan yang dapat digunakan sebagai perpustakaan, termasuk melalui opsi menyewa tempat sementara.
“Anak-anak membutuhkan perpustakaan. Bahkan nanti ada sekitar 3.000 buku dari Perpusnas. Kami akan mencoba menyiapkan atau menyewakan ruangan yang bisa digunakan untuk perpustakaan,” ujarnya.
Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, penyediaan ruang perpustakaan sementara menjadi salah satu alternatif agar kebutuhan literasi siswa tetap terpenuhi.



Comment