Berita Tasikmalaya, tasik.id – Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah di dalam arteri yang dapat memicu berbagai penyakit serius, seperti stroke dan penyakit jantung, jika tidak dikendalikan dengan baik. Kondisi ini sering disebut sebagai “silent killer” karena kerap tidak menimbulkan gejala di awal. Sehingga banyak masyarakat yang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya berkolaborasi dengan Program Studi Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bandung menggelar kegiatan Sawargi (Sareng-Sareng Wargi Jaga Hipertensi). Kegiatan ini dilaksanakan di Perum Sukamenak Indah, Kecamatan Purbaratu, Kamis (23/4/2026).
Ketua pelaksana kegiatan, Najmi Nurul Adnin, menjelaskan bahwa program Sawargi bertujuan untuk mengedukasi masyarakat sekaligus melakukan penelitian terkait hipertensi di wilayah Sukamenak, serta mendorong upaya pencegahan sejak dini.
“Kegiatan ini menyasar kelompok pra-lansia karena mayoritas warga di sini berada pada kategori tersebut. Selain edukasi, kami juga melakukan pendampingan kesehatan,” ujarnya.
Edukasi Pola Hidup Sehat
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat, termasuk pentingnya mengurangi konsumsi garam, menjaga pola makan, dan rutin memantau tekanan darah. Sebagai bentuk intervensi sederhana, tim juga membagikan seledri kepada para peserta.
Seledri dikenal sebagai salah satu bahan alami yang dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan senyawa aktif di dalamnya diyakini mampu membantu melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi. Cara pengolahannya pun cukup sederhana, yakni dengan direbus dan dikonsumsi secara rutin.
Selain itu, peserta yang berjumlah sekitar 30 orang akan mendapatkan pemantauan berkala melalui program “Hipertensi Care”. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setiap tiga bulan, sementara pemantauan gaya hidup dilakukan setiap bulan melalui kuesioner, seperti kebiasaan konsumsi garam dan pola aktivitas harian.
Ketua Posyandu Bina Warga Sukamenak, Apriani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku bangga karena posyandunya menjadi salah satu yang terpilih dari delapan posyandu yang ada.











Comment