“Kami ingin membawa Kota Tasikmalaya, khususnya produk-produk kriyanya, mendunia. Kota Tasikmalaya terkenal dengan produk-produk unggulannya yang khas, unik, dan luar biasa keren. Kota Tasik tidak kalah mempesona dari daerah-daerah lain yang layak untuk diapresiasi dan dikembangkan lebih maju lagi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Rani Permayani hadir bersama Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, Kepala Bank BJB Fina Petrina, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Deddy Mulyana, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Sofyan Zaenal Muttaqien.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A.
Festival Payung Indonesia XIII 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk kriya. Agenda utama festival juga menampilkan sebanyak 163 pertunjukan seni yang digelar secara maraton, mulai dari tari, musik, fashion hingga teater.
Ribuan Payung Ditampilkan
Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan pameran lebih dari 5.000 payung tradisi dan kreasi, pameran lukisan internasional anak dan remaja, peluncuran buku literasi Catra Padi, pasar kuliner, serta pameran UMKM.
Festival Payung Indonesia digagas oleh Heru Mataya atau Heru Prasetya melalui lembaga kebudayaan yang didirikannya, Mataya Art & Heritage. Festival tahunan tersebut diprakarsai melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, khususnya Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.
Bagi Kota Tasikmalaya, keikutsertaan dalam FESPIN XIII 2026 menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat promosi produk kriya Tasikmalaya. Sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah di tengah pasar kreatif yang semakin terbuka.
Payung geulis, bordir, batik, mendong, tarumpah hingga berbagai produk kerajinan lainnya. Diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu naik kelas dan dikenal hingga mancanegara.(iqbal)







Comment