“Penanganan sampah di Jalan HZ Mustofa biasanya menggunakan cator. Namun saat ini armadanya sedang dalam pemeliharaan, sehingga kami mengerahkan cator cadangan agar pelayanan tetap berjalan,” katanya.
Permasalahan Armada Merupakan Tantangan Pemkot Tasik
Diky mengakui persoalan armada masih menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kebutuhan sarana dan prasarana pengangkutan sampah.
“Ke depan memang perlu ada penambahan armada. Kami akan investigasi lebih lanjut terkait kondisi cator yang ada. Jika memang dibutuhkan, akan kami usulkan penambahannya. Namun karena keterbatasan anggaran, kami juga akan mencari alternatif solusi lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana, menjelaskan proses pembersihan dilakukan di sepanjang jalur pedestrian Jalan HZ Mustofa, mulai dari kawasan Taman Kota Tasikmalaya hingga Tugu Asmaul Husna.
Ia membenarkan bahwa keterlambatan pengangkutan sampah terjadi karena armada cator yang dimiliki DLH tengah menjalani perawatan sehingga operasional sempat terganggu.
“Penanganan sampah di jalur pedestrian HZ Mustofa saat ini sedang dilakukan. Kendalanya memang karena beberapa unit cator sedang maintenance,” kata Fery.(iqbal)







Comment