Meski kondisi hewan kurban dipastikan aman, Cecep mengakui penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut faktor ekonomi dan naiknya harga sapi dari daerah asal menjadi penyebab utama menurunnya daya beli masyarakat.
Tahun Ini Alami Penurunan
“Kalau tahun lalu total penjualan sekitar 3.000 ekor sapi, sekarang memang ada penurunan. Faktor ekonomi dan harga sapi dari daerah asal yang semakin mahal menjadi salah satu penyebabnya,” jelasnya.
Sementara itu, Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra memastikan kondisi hewan kurban di Kota Tasikmalaya sejauh ini aman dan bebas dari penyakit berbahaya.
“Pemeriksaan sudah dilakukan sejak minggu lalu oleh tim bersama dokter hewan. Sampai saat ini tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, terutama terkait penyakit pada hewan kurban,” ujar Diky.
Ia juga mengimbau masyarakat maupun panitia kurban. Agar membeli hewan di lapak resmi yang telah mendapatkan pemeriksaan dari petugas kesehatan hewan.
“Kami berharap masyarakat membeli hewan kurban yang sudah diperiksa. Dan memiliki surat keterangan kesehatan hewan agar lebih aman dan sesuai syariat,” katanya.
Pemkot Tasikmalaya pun optimistis kebutuhan hewan kurban masyarakat masih dapat terpenuhi hingga mendekati pelaksanaan Idul Adha. Meski terjadi penurunan jumlah penjualan dibanding tahun sebelumnya.


Comment