Ia menjelaskan, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi santri, tetapi juga untuk tenaga pendidik dan kependidikan. Bahkan, sistem akses dibuat lebih mudah melalui barcode yang tersebar di seluruh area pesantren.
“Perpustakaan digital ini menyediakan buku dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, baik klasik maupun kontemporer, yang bisa diakses di seluruh lingkungan pesantren,” katanya.
Lebih lanjut, Arif menyebutkan bahwa lab komputer menjadi solusi bagi santri yang belum memiliki perangkat pribadi seperti laptop atau ponsel.
“Lab komputer tersedia di dua lokasi, tingkat SMA dan area depan pesantren. Bahkan masyarakat sekitar dan orang tua santri juga bisa mengaksesnya,” tambahnya.
Keunikan lain dari sistem perpustakaan digital ini adalah berbasis offline, sehingga pengguna tidak memerlukan koneksi internet untuk mengakses e-book.
“Tujuannya agar santri lebih fokus membaca dan tidak terdistraksi oleh aplikasi atau situs lain,” jelasnya.
Arif berharap, keberadaan fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Yang terpenting adalah bagaimana santri memiliki mental dan kemampuan beradaptasi, sehingga tidak terbawa dampak negatif, melainkan mampu memanfaatkan sisi positif dari kemajuan teknologi,” pungkasnya.(iqbal)


Comment