Melalui kegiatan tersebut, Himpunan Perupa Tasikmalaya berharap muncul regenerasi seniman. Sehingga seni lukis tetap berkembang dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
Selain itu, Hipsik juga berharap ke depan memiliki sekretariat sendiri sebagai pusat aktivitas organisasi. Selama ini, kegiatan Himpunan Perupa Tasikmalaya masih bergabung dengan Sanggar Bramastha.
Diky Chandra Dorong Tasikmalaya Miliki Galeri Seni
Pembukaan pameran turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, yang memberikan apresiasi atas konsistensi para seniman dalam berkarya.
Menurut Diky, karya-karya seni seperti yang dipamerkan Himpunan Perupa Tasikmalaya layak mendapatkan ruang yang lebih representatif melalui keberadaan galeri seni permanen.
“Karya seperti ini harus terus dimunculkan. Kota Tasikmalaya idealnya memiliki galeri seni sehingga karya para pelukis bisa dipamerkan lebih lama dan dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya satu atau dua hari,” ujarnya.
Diky juga mengusulkan adanya kolaborasi antara para seniman dengan kalangan pengusaha melalui forum diskusi atau Focus Group Discussion (FGD). Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan lelang lukisan yang mengangkat cerita dan potensi Kota Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan ekonomi kreatif.
Karya Seni Diyakini Tetap Bertahan di Era Digital
Menanggapi perkembangan teknologi dan digitalisasi, Diky Chandra optimistis karya seni rupa orisinal akan tetap memiliki tempat di tengah masyarakat.
Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang pesat, karya seni yang dibuat secara langsung oleh tangan manusia memiliki nilai artistik dan emosional yang tidak dapat tergantikan.
“Teknologi akan terus berkembang, tetapi pada akhirnya orang akan kembali menghargai sesuatu yang alami atau back to nature. Karya seni asli akan tetap memiliki nilai dan penggemarnya sendiri,” pungkasnya.(***)




Comment