Selain membahas penelitian batik, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Kota Tasikmalaya dan Malaysia. Salah satu agenda yang dibahas adalah penguatan kolaborasi di bidang ekonomi hingga rencana menjalin hubungan sister city dengan salah satu kota di Malaysia.
“Kami banyak berdiskusi mengenai peluang kolaborasi ekonomi dan kemungkinan Kota Tasikmalaya menjadi sister city dengan salah satu kota di Malaysia. Ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk memperluas kerja sama internasional,” tambah Viman.
UiTM Sebut Tasik Miliki Kekayaan Batik Sangat Baik
Sementara itu, perwakilan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Badrul Isa, menjelaskan bahwa Tasikmalaya dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kekayaan budaya batik yang masih terjaga dengan baik. Serta didukung oleh para perajin yang tetap mempertahankan teknik tradisional.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat sejalan dengan fokus penelitian UiTM dalam mengembangkan inovasi batik berbasis bahan alami dan material yang ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi antara Pemkot Tasikmalaya, UPI, dan UiTM Malaysia ini. Diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing batik Tasikmalaya di pasar global. Di sisi lain, kerja sama tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi kreatif. Serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.(***)




Comment