Mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi disiapkan sejak keberangkatan menuju embarkasi hingga kepulangan nanti. Tahun ini, jumlah jemaah haji asal Tasikmalaya mencapai 1.348 orang yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati.
Doa Ulama Jadi Penguat
Kepala Kantor Kementerian Urusan Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustofa, menegaskan bahwa prosesi pelepasan bukan sekadar seremoni.
“Ini adalah ikhtiar spiritual. Doa para ulama menjadi kekuatan bagi keselamatan dan kelancaran seluruh jemaah,” katanya.
Ia juga memastikan seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa dan perlengkapan seperti koper, telah diterima oleh para calon jemaah.
Titip Doa untuk Kota Tasikmalaya
Selain mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan, Wali Kota juga menitipkan harapan agar para jemaah mendoakan Tasikmalaya di tempat-tempat mustajab selama menjalankan ibadah haji.
Hal ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga kekuatan doa dan spiritualitas masyarakat.
Simbol Cinta dari Tanah Kelahiran
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan batik khas Tasikmalaya serta bendera kota secara simbolis kepada perwakilan jemaah. Penyerahan ini menjadi tanda bahwa para jemaah membawa identitas dan harapan masyarakat ke Tanah Suci.
Mengantar dengan Doa, Menanti dengan Harapan
Kegiatan pelepasan berlangsung aman dan lancar, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir. Ibadah haji bukan hanya perjalanan individu, melainkan perjalanan kolektif yang diiringi doa seluruh masyarakat.
Hari itu, Tasikmalaya tak sekadar melepas keberangkatan. Lebih dari itu, kota ini mengirimkan doa ke langit, berharap para jemaah kembali dengan predikat haji mabrur serta membawa keberkahan bagi daerah yang dicintai.(**)











Comment