Olivia berharap, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal untuk menyiapkan regenerasi pelaku industri event di Kota Tasikmalaya dalam lima tahun ke depan.
“Harapannya, dengan adanya Gekrafs ini, sesuai dengan namanya sebagai gerakan, kita bisa bergerak bersama untuk Kota Tasikmalaya di berbagai sektor,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebagai organisasi yang masih dalam tahap pengembangan, Gekrafs Kota Tasikmalaya masih memiliki sejumlah hal yang perlu dibenahi. Oleh sebab itu, pemetaan kebutuhan melalui riset menjadi langkah awal untuk merancang program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif.
Ke depan, Olivia berharap semakin banyak program yang memberikan ruang belajar dan kolaborasi bagi generasi muda. Sebab, menurutnya, banyak anak muda yang sudah memiliki ketertarikan terhadap industri kreatif, tetapi masih kebingungan menentukan langkah awal untuk memulainya.
Taravty Project Kembangkan Program Pendidikan Kreatif
Selain berbagi pengetahuan melalui kegiatan Gekrafs, Taravty Project juga memiliki program pengembangan kapasitas masyarakat melalui Taravty Academy.
Olivia menyebutkan, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan akses pembelajaran bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan diri.
Sebelumnya, Taravty Academy telah menggelar kegiatan Taravty People Club yang diikuti sekitar 100 peserta. Program tersebut mencakup kelas public speaking, leadership, dan service excellence.
Melalui berbagai program tersebut, Olivia berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan, wawasan, dan kepercayaan diri untuk berkontribusi dalam industri kreatif.
Ia juga berharap kolaborasi antara komunitas, pelaku industri, mahasiswa, dan Gekrafs dapat terus diperkuat agar potensi ekonomi kreatif Kota Tasikmalaya berkembang sekaligus membuka ruang bagi lahirnya pelaku industri baru.











Comment