News
Home » Berita » Menolak Rencana Pengembangan Geothermal di Gunung Galunggung: Menjaga Kabuyutan, Merawat Warisan Leluhur dan Mempertahankan Jati Diri Sunda Galuh

Menolak Rencana Pengembangan Geothermal di Gunung Galunggung: Menjaga Kabuyutan, Merawat Warisan Leluhur dan Mempertahankan Jati Diri Sunda Galuh

Karena itu, Yayasan Tangtudibuana mendesak pemerintah pusat untuk segera menghentikan dan membatalkan rencana pengembangan geotermal di kawasan Gunung Galunggung.

Yayasan juga meminta pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dan Banten, serta pemerintah kabupaten dan kota terkait di kedua provinsi tersebut, untuk segera menyampaikan penolakan dan rekomendasi resmi kepada pemerintah pusat.

Selain itu, pihak perusahaan dan semua pihak yang terlibat diminta segera menghentikan persiapan kegiatan yang berpotensi mengubah kawasan tersebut.

Bagi Yayasan Tangtudibuana, Kabuyutan Galunggung bukan ruang kosong yang bebas dialihfungsikan, melainkan warisan peradaban yang mengandung amanat dan tanggung jawab sejarah.

Yayasan menolak geotermal di Galunggung dan menegaskan bahwa perlindungan kabuyutan harus menjadi prioritas. Amanat leluhur tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diwujudkan melalui keberanian menjaga warisan, keteguhan mempertahankan jati diri, serta tanggung jawab mewariskan alam dan kebudayaan yang lestari kepada generasi mendatang.

Lumiland Tasikmalaya Hadirkan 5 Juta Lampu LED, Tiket Mulai Rp25 Ribu hingga Gratis untuk Guru!

Tiga Tuntutan Yayasan Tangtudibuana

Dengan berlandaskan pada tanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan warisan leluhur Sunda-Galuh, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap nilai sejarah dan spiritualitas Kabuyutan Galunggung, Yayasan Tangtudibuana menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

1. Menuntut pemerintah pusat menghentikan dan meninjau kembali rencana pengembangan geotermal di kawasan Gunung Galunggung.

2. Meminta perusahaan dan pihak terkait menangguhkan seluruh persiapan kegiatan eksplorasi di wilayah yang dipersoalkan.

3. Mendesak pemerintah daerah menyampaikan keberatan dan rekomendasi resmi kepada pemerintah pusat.

Ajak Masyarakat Sunda-Galuh Bersama Menjaga Kabuyutan

Yayasan Tangtudibuana menyerukan kepada masyarakat Sunda-Galuh, para pemangku adat, budayawan, akademisi, pemerhati sejarah, komunitas lingkungan. Serta seluruh elemen masyarakat untuk segera merapatkan barisan, menghimpun koalisi, dan bersama-sama menjaga Kabuyutan Galunggung melalui langkah-langkah yang damai, terorganisasi, dan bertanggung jawab.

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Satlantas Polres Tasikmalaya Apresiasi Anak yang Pakai Helm

Masyarakat perlu kembali memperkuat pengetahuan tentang Kabuyutan Galunggung, mendokumentasikan warisan budaya, membuka ruang diskusi publik. Serta mengawal kebijakan pemerintah dengan argumentasi yang kuat dan berlandaskan data.

Perjuangan menjaga kabuyutan harus menjadi gerakan kebudayaan yang mengedepankan persatuan, penghormatan terhadap hukum, dan tanggung jawab kepada Tuhan, generasi pendahulu, serta generasi mendatang.

Amanat leluhur tidak cukup hanya dibacakan atau dikenang. Amanat itu harus diwujudkan dalam keberanian menjaga warisan, kebijaksanaan mengambil sikap, dan kesungguhan memastikan bahwa nilai-nilai luhur tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Galunggung bukan semata-mata wilayah yang menyimpan sumber daya alam. Galunggung adalah bagian dari ingatan sejarah, ruang kebudayaan, dan jati diri Sunda-Galuh yang wajib dihormati.

Yayasan Tangtudibuana percaya bahwa kemajuan sejati bukanlah kemajuan yang mengorbankan akar sejarahnya. Melainkan kemajuan yang mampu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap alam, kebudayaan, dan martabat masyarakat.

Cecep Nurul Yakin Tegaskan Pembangunan SOR Mangunreja Berlanjut, Rp86 Miliar Sudah Digelontorkan

Hal ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kebudayaan dalam menjaga warisan leluhur Sunda-Galuh. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kesadaran sejarah. Memperkuat jati diri bangsa, dan mewariskan alam serta kebudayaan yang lestari kepada generasi mendatang.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!