“Penyelamatan air dan hutan, termasuk dalam konteks budaya, tidak mengenal batas administrasi wilayah. Karena itu, kami bangun komunikasi dengan rekan-rekan di kabupaten dan disambut sangat positif,” jelasnya.
Tatang menegaskan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal kolaborasi lintas wilayah dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Bahkan, “Ngarumat Hulu Cai” disebut sebagai agenda perdana yang melibatkan Tasikmalaya Raya—baik kota maupun kabupaten—dalam satu gerakan bersama.
“Rabu nanti kita buktikan bahwa ini menjadi hajat bersama Tasikmalaya Raya. Ini juga bisa menjadi awal hubungan yang lebih baik antara kota dan kabupaten,” tandasnya.(iqbal)











Comment