Ia menegaskan, pendekatan berbasis ilmu pengetahuan menjadi bagian dari ikhtiar KONI agar pembinaan atlet tidak lagi dilakukan secara konvensional atau sekadar berdasarkan perkiraan.
“Kita tidak ingin penanganan atlet dilakukan secara tradisional, ibarat anak sakit perut malah diberi obat sakit kepala karena hanya diraba-raba. Semua harus berdasarkan data dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Melalui metode tersebut, KONI berharap program pembinaan dan pelatihan atlet menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Selain itu, berbagai langkah strategis terus dipersiapkan agar atlet Kabupaten Tasikmalaya mampu tampil dalam kondisi prima dan berprestasi pada ajang Porprov XV Jawa Barat 2026 mendatang.
Sebelumnya, KONI Kabupaten Tasikmalaya juga mengundang para pelatih dan asisten pelatih cabang olahraga untuk menyampaikan hasil tes fisik VO2Max atlet. Sekaligus melakukan finalisasi penetapan atlet beserta nomor pertandingan yang akan diikuti pada Porprov Jabar 2026.(iqbal)







Comment