Namun, selama perjuangan tersebut dilakukan dengan niat yang baik dan tidak bertujuan buruk. Ia mengajak para pelaku budaya untuk tidak berhenti melangkah.
“Selama tidak ada niat jahat dan insyaallah niat rekan-rekan baik untuk pelestarian budaya. Maka tetap maju dengan Merah Putih berani, namun dibungkus niat suci,” ungkap Diky Chandra.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menikmati dan memeriahkan Pesta Rakyat tersebut. Kegiatan berlangsung hingga sore hari dengan berbagai pertunjukan budaya di kawasan Pasar Pancasila.
Panggung Budaya Jadi Ruang Pelestarian
Panggung Budaya Pesta Rakyat Yayasan Sanca Wulung Galunggung tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan seni dan budaya tradisional kepada generasi muda agar keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Diky Chandra berharap kegiatan budaya dan pesta rakyat semacam ini dapat terus digelar. Semangat gotong royong, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya lokal dinilai menjadi bagian penting dalam membangun Kota Tasikmalaya.
“Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dirawat, dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.(***)






Comment