Di sinilah semangat KALIMUSADA menemukan makna yang lebih luas. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat memiliki program, pemerintah daerah memahami kebutuhan wilayah, sementara masyarakat merasakan langsung manfaatnya.
Karena itu, komunikasi harus dilanjutkan menjadi langkah konkret: memperkuat koordinasi, menentukan skala prioritas, mengoptimalkan program pembangunan irigasi, serta mendorong pembentukan Komisi Irigasi Kota Tasikmalaya sebagai ruang koordinasi pengelolaan air.
Jambore boleh selesai, tetapi energi kebersamaannya jangan ikut berakhir.
Dari KALIMUSADA kita belajar: silaturahmi membuka komunikasi, komunikasi melahirkan kolaborasi, dan kolaborasi menggerakkan pembangunan.
Jika kemarin sebuah perhelatan di bumi mampu “menggetarkan langit”, maka hari ini semangat yang sama harus mampu menggerakkan pembangunan di Tasikmalaya.






Comment