Untuk memperluas pembinaan atlet, IKASI Kota Tasikmalaya juga berencana membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) anggar di Universitas Siliwangi (Unsil) sebagai wadah pembibitan atlet muda.
Persiapan Berangkat Porprov Sesuai Saat Raket Bersama KONI Kota Tasikmalaya
Di sisi lain, Yudi mengaku dukungan dari KONI Kota Tasikmalaya sejauh ini cukup baik, meski bantuan anggaran belum sepenuhnya cair karena masih ada sejumlah kendala administratif.
“Walaupun anggaran dari KONI belum turun, kami tetap latihan. Jadi jangan banyak menuntut dulu ke pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil Rapat Kerja KONI, cabang olahraga perorangan akan mendapatkan pembiayaan jika mampu menembus delapan besar pada BK Porprov. Sedangkan Cabor yang melaksanakan BK secara wilayah atau grup, wajib menjadi juara grup.
“Harapan kami KONI Kota Tasikmalaya bisa memegang teguh apa yg sudah di sepakati pada Rapat Kerja itu, jangan sampai goyah, karena sudah di sepakati secara bersama” Jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Anggar Kota Tasikmalaya, Ardiyana Surya Angga, mengatakan pihaknya tetap memaksimalkan latihan meski dengan keterbatasan sarana dan anggaran.
“Kami tetap memaksimalkan latihan dengan seadanya. Tapi tentu kami berharap anggarannya bisa cepat turun supaya latihan lebih maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, cabang olahraga anggar membutuhkan perlengkapan khusus yang tidak sedikit. Selain itu, program try out dan try in ke daerah lain seperti Bandung maupun Jakarta juga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
“Kalau untuk kejuaraan dan try out tentu harus ada anggaran. Karena latihan intensif juga membutuhkan treatment khusus,” pungkasnya.


Comment