Menurut Diky, perbedaan pendapat, mazhab, maupun pemahaman jangan sampai menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah belah. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.
“Apabila ada 100 orang baik dengan 10 orang tidak baik, maka yang baik akan kalah karena tidak terorganisir alias terpecah-pecah karena berbeda pendapat, berbeda mazhab, berbeda paham dan macam-macam. Sedangkan yang tidak baik terorganisir akan menang” tuturnya.
Karena itu, Diky berharap keberadaan pesantren dan para ulama dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Kota Tasikmalaya untuk menjaga persatuan dan kekompakan.
“Mudah-mudahan ini menjadi spirit kita. Yuk, bersatu untuk negeri kita yang sama-sama kita cintai,” katanya.
Diky menambahkan, keteladanan para tokoh dan ulama menjadi inspirasi baginya untuk terus menjaga kekompakan serta menghindari perpecahan di tengah masyarakat.
“Merekalah yang menjadi inspirasi untuk saya agar menjaga kekompakan dan tidak berpecah belah, serta menjadikan sesuatu yang lebih baik lagi,” pungkasnya.


Comment