“Kami sadar betul perhatian pemerintah terhadap para guru madrasah sejauh ini belum optimal. Kami memohon maaf atas keterbatasan ini. Namun, percayalah, kami bersama Wali Kota terus berupaya mencari formula solusi dan jalan keluar terbaik,” katanya.
Madrasah Pegang Peran Sentral di masyarakat
Sementara itu, Kepala Sekolah TKA/TPA/DTA Miftahul Hasanah, Alif Sunarto, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan dasar Al-Qur’an. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dedikasi dan kesabaran para tenaga pengajar dalam membimbing anak-anak belajar mengaji.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum BKPRMI Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Sidiq. Ia menyebut Madrasah Miftahul Hasanah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berhasil mencetak santri berprestasi, dibuktikan dengan dominasi nilai di atas rata-rata dalam ujian Munaqosah.
Nuki mengungkapkan, sepanjang tahun ini sedikitnya 500 santri di Kota Tasikmalaya dinyatakan lulus ujian Munaqosah. Meski demikian, ia mendorong Pemkot Tasikmalaya agar meningkatkan alokasi anggaran untuk kesejahteraan guru TPA.
Ia juga berpesan kepada para ustaz dan ustazah agar tetap ikhlas dalam mendidik generasi penerus bangsa. Sebab, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir sepanjang masa.







Comment