“Ini menjadi awalan untuk ke depan supaya kesundaan makin hari makin nanjur. Hari ini, dalam kegiatan Mencenges, anak-anak pelajar tingkat SMA dari berbagai wilayah diajarkan atau diperkenalkan berbagai kesenian Sunda, antara lain sastra Sunda, sajak Sunda. Dan yang lainnya yang berkaitan dengan kesundaan, supaya teu pareumeun kapayunna,” tuturnya.
Lebih lanjut, Diky mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi mengenai sejauh mana kepedulian dan kesadaran dalam melestarikan kebudayaan Sunda.
Ia juga mengakui bahwa dirinya masih memiliki kekurangan dalam hal tersebut. Karena itu, menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan seremonial. Tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama.
“Cobalah tanya kepada diri sendiri sampai sejauh mana kesadaran kita kepada kesundaan. Saya pribadi juga merasa, jujur masih banyak kurangnya,” ungkapnya.
Diky pun kembali menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menggagas Pasanggiri Mencenges. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan kebudayaan Sunda.
Dengan keterlibatan pelajar dan masyarakat, upaya menjaga tradisi Sunda diharapkan semakin berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.



Comment