Berita Tasikmalaya, tasik.id – Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, Rani Permayani bersama Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Sofyan Zaenal Muttaqin mendampingi sejumlah influencer dari berbagai daerah mengunjungi sentra Payung Geulis di Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut turut didampingi Duta Dekranasda Jawa Barat. Salzha Aulia Putri sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali kerajinan khas Tasikmalaya ke tingkat nasional hingga internasional.
Dalam kunjungan itu, para tamu mendapatkan pemaparan sejarah Payung Geulis dari Kang Sandi. Keturunan salah satu pendiri kerajinan Payung Geulis di Tasikmalaya.
Diketahui, Payung Geulis merupakan payung tradisional khas Tasikmalaya yang mulai diproduksi sekitar tahun 1923 hingga 1930-an. Dulu di wilayah Panyingkiran, Indihiang oleh tokoh lokal bernama H. Muhyi. Awalnya, payung tersebut digunakan sebagai pelindung panas dan hujan dengan bahan kertas atau dikenal sebagai payung siem.
Namun seiring perkembangan zaman, Payung Geulis berubah menjadi produk kerajinan bernilai seni tinggi yang banyak digunakan sebagai dekorasi. Ikon budaya hingga cinderamata khas Tasikmalaya.
Bahkan, pada periode 1968 hingga 1995, Payung Geulis sempat menembus pasar Eropa sebelum akhirnya mengalami penurunan akibat krisis moneter tahun 1996.


Comment