Meski demikian, Anton menyadari persaingan akan jauh lebih ketat. Sejumlah daerah dipastikan tampil dengan kekuatan penuh meski tidak mengikuti BK. Karena itu, Tim Bina Prestasi (Binpres) KONI Kota Tasikmalaya diminta bekerja ekstra, mulai dari validasi hasil BK hingga pemetaan kekuatan lawan di setiap cabang olahraga.
“Kami tidak boleh lengah. Lawan harus dipetakan, strategi disiapkan sejak sekarang,” tegasnya.
Atlet Emas Kembali Perkuat Kontingen
Kekuatan Kota Tasikmalaya kian solid dengan potensi kembalinya atlet peraih emas Porprov sebelumnya melalui jalur wildcard. Nama M. Redho (Muaythai) dan Agung (balap sepeda) dipastikan siap kembali membela daerah.
“Keduanya sudah menyatakan siap dan sudah didaftarkan,” kata Anton.
Dukungan Fasilitas dan Uang Saku
Tak hanya menjanjikan bonus, KONI Kota Tasikmalaya juga menyiapkan stimulan uang saku latihan, perlengkapan atlet, hingga pembiayaan try out dan try in, khususnya bagi atlet yang diproyeksikan menyumbang medali.
Langkah ini menegaskan bahwa bonus Rp10 juta bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan prestasi olahraga daerah.
Wakil Ketua II Bidang Bina Prestasi KONI Kota Tasikmalaya, Dr. Nanang Kusnadi, MPd, AIFO, menilai langkah Ketua KONI sebagai “tamparan positif” bagi atlet.
“Ini bukan sekadar bonus, tapi tantangan terbuka agar atlet berani menargetkan emas,” ujarnya.
Nanang optimistis, dengan kombinasi bonus pribadi, pembinaan ketat, dan fasilitas memadai, Kota Tasikmalaya berpeluang menciptakan kejutan di Porprov Jabar 2026.(****)



Comment